Pemerintahan[sunting | sunting sumber]
Kota Ambon yang dipimpin oleh wali kota Richard Louhenapessy dibagi atas 5 kecamatan, yaitu:
- Kecamatan Nusaniwe
kecamatan Nusaniwe terbagi atas 13 kelurahan dan desa
- Kecamatan Sirimau
kecamatan Sirimau terbagi atas 14 kelurahan dan desa
- Kecamatan Leitimur Selatan
kecamatan Leitimur Selatan terbagi atas 8 kelurahan dan desa
- Kecamatan Teluk Baguala
kecamatan Teluk Banguala terbagi atas 8 kelurahan dan desa
- Kecamatan Teluk Ambon
kecamatan Teluk Ambon terbagi atas 7 kelurahan dan desa
Demografi[sunting | sunting sumber]
Suku bangsa[sunting | sunting sumber]
Terdapat banyak suku dan ras yang mendiami kota ini. Diantaranya adalah Arab, Buton (yang telah menetap hingga 5 generasi), Tionghoa yang pada mulanya datang untuk berdagang. Disamping itu terdapat pula Suku Minahasa, Jawa, Minang yang telah lama datang ke Ambon. Sedangkan, sebagian besar penduduk adalah orang Ambon yang merupakan keturunan langsung suku-suku Alifuru, penduduk asli Maluku yang merupakan rumpun ras Papua-Melanesoid (Melanesia) yang berkulit gelap.
Dahulu kala, kota Ambon termasyur hingga keseluruh dunia dan menjadikan kota ini sebagai tempat tujuan bagi berbagai negara-negara Eropa yang sedang melakukan pencarian atas 3G, Gold, Glory & Gospel. Gold berarti kekayaan, Gloryberarti kejayaan dan Gospel berarti misi penginjilan. Maka itu, tidak mengherankan bila sekarang banyak penduduk Ambon yang memiliki raut wajah yang mirip seperti orang Eropa (Terutama orang Belanda dan Portugal) dan Arab, sebagai akibat dari perkawinan campur para pendahulu mereka dimasa lalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar